Info Terkini

    Warga Sambirenteng Gelar Tradisi Mecakcakan

    Foto by Buleleng Round Up
    Bertepatan dengan tilem sasih kapitu, Warga Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Selasa (20/1/2015) menggelar ritual Mecakcakan. Ritual unik yang menjadi warisan leluhur ini diikuti ribuan warga desa dan dipercaya untuk menjaga keseimbangan alam secara niskala.

    Puncak ritual sakral ini diwujudkan dengan acara makan bersama atau disebut megibung­ yang dipusatkan di perempatan pusat desa. Menariknya, menu makanan yang disantap oleh seluruh warga secara bersamaan ini berupa daging ayam aduan dari sabungan ayam yang digelar di Pura Bale Agung desa setempat.

    “Ritual mecakcakan ini merupakan pelaksanaan pecaruan yang digelar oleh seluruh krama desa. Pecaruan dimulai dari areal Pura Bale Agung kemudian ke perempatan di pusat desa dan ke batas-batas desa. Sesuai dersta atau kebiasaan, prosesi ritual diawali dengan kegiatan sabungan ayam atau tajen­,” papar Penjabat Kepala Desa Sambirentang, Wayan Ginantri seperti dilansir Buleleng Round Up.

    Dalam pelaksanaan tradisi tersebut, masing-masing warga wajib mengeluarkan satu ekor ayam aduan untuk diadu. Sabung ayam ini dipusatkan di halaman Pura Bale Agung. Menariknya, penonton atau pemilik ayam aduan tidak diizinkan untuk memasang uang taruhan seperti pada judi arena tajen. “Ayam aduan yang kalah ini kemudian dikumpulkan menjadi satu, kemudian dagingnya diolah menjadi menu makan bersama-sama,” ujar Ginantri.

    Pagelaran ritual mecakcakan tahun ini menyita perhatian Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna dan pimpinan SKPD yang langsung hadir dan berbaur bersama ribuan warga untuk mengikuti ritual mecakcakan. (BRU)

    Warga Sambirenteng Gelar Tradisi Mecakcakan

    Posted by buleleng dogen No comments

    Foto by Buleleng Round Up
    Bertepatan dengan tilem sasih kapitu, Warga Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Selasa (20/1/2015) menggelar ritual Mecakcakan. Ritual unik yang menjadi warisan leluhur ini diikuti ribuan warga desa dan dipercaya untuk menjaga keseimbangan alam secara niskala.

    Puncak ritual sakral ini diwujudkan dengan acara makan bersama atau disebut megibung­ yang dipusatkan di perempatan pusat desa. Menariknya, menu makanan yang disantap oleh seluruh warga secara bersamaan ini berupa daging ayam aduan dari sabungan ayam yang digelar di Pura Bale Agung desa setempat.

    “Ritual mecakcakan ini merupakan pelaksanaan pecaruan yang digelar oleh seluruh krama desa. Pecaruan dimulai dari areal Pura Bale Agung kemudian ke perempatan di pusat desa dan ke batas-batas desa. Sesuai dersta atau kebiasaan, prosesi ritual diawali dengan kegiatan sabungan ayam atau tajen­,” papar Penjabat Kepala Desa Sambirentang, Wayan Ginantri seperti dilansir Buleleng Round Up.

    Dalam pelaksanaan tradisi tersebut, masing-masing warga wajib mengeluarkan satu ekor ayam aduan untuk diadu. Sabung ayam ini dipusatkan di halaman Pura Bale Agung. Menariknya, penonton atau pemilik ayam aduan tidak diizinkan untuk memasang uang taruhan seperti pada judi arena tajen. “Ayam aduan yang kalah ini kemudian dikumpulkan menjadi satu, kemudian dagingnya diolah menjadi menu makan bersama-sama,” ujar Ginantri.

    Pagelaran ritual mecakcakan tahun ini menyita perhatian Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna dan pimpinan SKPD yang langsung hadir dan berbaur bersama ribuan warga untuk mengikuti ritual mecakcakan. (BRU)

    Disdik Buleleng Gandeng Polisi Razia Siswa Bertato

    Guna mengantisipasi pergaulan negatif di kalangan siswa, Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng menggelar sweeping atau razia bagi siswa yang bertato. 
    Hal itu disampaikan Kadis Pendidikan Buleleng Ni Wayan Lugrahini di sela-sela sidak narkoba Rabu (21/1/2015).
    “Sweeping dilakukan merupakan buntut dari temuan terhadap delapan pelajar yang melakukan kegiatan negative di desa Suwug akhir pecan lalu. Dari pengungkapan itu terdapat tato yang sama dari kedelapan pelajar tersebut. Untuk menghindarkan pengaruh kepada siswa lainnya, Disdik menggandeng polisi menggelar sweeping tattoo pada sejumlah sekolah,” tegas Lugrahini.
    Terkait dengan aksi konyol delapan pelajar di Desa Suwug yang naik motor dengan telanjang bulat belum lama ini, Kadisdik Lugrahini mengaku telah memanggil kedelapan siswa beserta orang tuanya untuk dilakukan pembinaan. 
    Terkait razia tato itu, Disdik dan Kepolisian belum menemukan adanya pelajar pada tubuhnya terdapat tato. (BB)

    Disdik Buleleng Gandeng Polisi Razia Siswa Bertato

    Posted by buleleng dogen No comments

    Guna mengantisipasi pergaulan negatif di kalangan siswa, Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng menggelar sweeping atau razia bagi siswa yang bertato. 
    Hal itu disampaikan Kadis Pendidikan Buleleng Ni Wayan Lugrahini di sela-sela sidak narkoba Rabu (21/1/2015).
    “Sweeping dilakukan merupakan buntut dari temuan terhadap delapan pelajar yang melakukan kegiatan negative di desa Suwug akhir pecan lalu. Dari pengungkapan itu terdapat tato yang sama dari kedelapan pelajar tersebut. Untuk menghindarkan pengaruh kepada siswa lainnya, Disdik menggandeng polisi menggelar sweeping tattoo pada sejumlah sekolah,” tegas Lugrahini.
    Terkait dengan aksi konyol delapan pelajar di Desa Suwug yang naik motor dengan telanjang bulat belum lama ini, Kadisdik Lugrahini mengaku telah memanggil kedelapan siswa beserta orang tuanya untuk dilakukan pembinaan. 
    Terkait razia tato itu, Disdik dan Kepolisian belum menemukan adanya pelajar pada tubuhnya terdapat tato. (BB)

    Buleleng Garap Landasan Hukum Bangunan Gedung


    Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai merancang untuk menyiapkan landasan hukum pembangunan gedung melalui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Bangunan Gedung. Ranperda dimaksud oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana disampaikan kepada DPRD Kabupaten Bulelen bersama tiga Ranperda yang mengalami perubahan.
    Didepan rapat paripurna DPRD Kabupaten Buleleng yang dipimpin Ketua Dewan, Gede Supriatna di Singaraja, Rabu (21/01), selain Ranperda tentang Bangunan Gedung, Bupati Agus Suradnyana juga menyampaikan Ranperda tentang Perubahan atas Perda No.03 Tahun 2012 tentang Izin Usaha Perikanan, Ranperda tentang Perubahan atas Perda No.24 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga serta Pencabutan Perda No.19 tahun 2011 tentang Retribusi Pergantian biaya cetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Akta Catatan Sipil.
    Bupati Agus Suradnyana mengatakan, penyampaian Ranperda tersebut untuk menyesuaikan Perda terhadap aturan pusat menyangkut kewenangan di daerah. ”Khusus untuk Perda tentang Izin Usaha Perikanan, sangat strategis untuk mengoptimalkan potensi laut di Buleleng,” ujarnya.
    Menyinggung Ranperda tentang Bangunan Gedung, menurut Bupati Agus, penyelenggaraan bangunan gedung harus berlandaskan rencana Tata Ruang Wilayah dan dilaksanakan secara tertib sesuai dengan fungsi dan memenuhi persyaratan administratif maupun teknis.
    Dengan demikian, lanjut bupati, akan menjamin terhadap keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi penghuni dan lingkungannya, sehingga perlu adanya regulasi yang mengatur secara tepat. (PB)

    Buleleng Garap Landasan Hukum Bangunan Gedung

    Posted by buleleng dogen No comments


    Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai merancang untuk menyiapkan landasan hukum pembangunan gedung melalui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Bangunan Gedung. Ranperda dimaksud oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana disampaikan kepada DPRD Kabupaten Bulelen bersama tiga Ranperda yang mengalami perubahan.
    Didepan rapat paripurna DPRD Kabupaten Buleleng yang dipimpin Ketua Dewan, Gede Supriatna di Singaraja, Rabu (21/01), selain Ranperda tentang Bangunan Gedung, Bupati Agus Suradnyana juga menyampaikan Ranperda tentang Perubahan atas Perda No.03 Tahun 2012 tentang Izin Usaha Perikanan, Ranperda tentang Perubahan atas Perda No.24 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga serta Pencabutan Perda No.19 tahun 2011 tentang Retribusi Pergantian biaya cetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Akta Catatan Sipil.
    Bupati Agus Suradnyana mengatakan, penyampaian Ranperda tersebut untuk menyesuaikan Perda terhadap aturan pusat menyangkut kewenangan di daerah. ”Khusus untuk Perda tentang Izin Usaha Perikanan, sangat strategis untuk mengoptimalkan potensi laut di Buleleng,” ujarnya.
    Menyinggung Ranperda tentang Bangunan Gedung, menurut Bupati Agus, penyelenggaraan bangunan gedung harus berlandaskan rencana Tata Ruang Wilayah dan dilaksanakan secara tertib sesuai dengan fungsi dan memenuhi persyaratan administratif maupun teknis.
    Dengan demikian, lanjut bupati, akan menjamin terhadap keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi penghuni dan lingkungannya, sehingga perlu adanya regulasi yang mengatur secara tepat. (PB)

    Beh, Kawasan Wisata Eks Pelabuhan Buleleng Jadi Muara Sampah

    Foto Bali Tribun
    Muara tukad atau sungai Buleleng, Bali yang berada di komplek Eks Pelabuhan Buleleng dipenuhi sampah kiriman, Rabu (21/01/2015). Sampah berupa ranting pepohonan sampai sampah plastik bekas makanan dan minuman menumpuk begitu saja di muara sungai. Sehingga menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat.

    Seorang warga, Kadek Mertayasa mengatakan, sampah kiriman itu sudah menumpuk sejak dua hari lalu. Menurutnya, hujan itu menyebabkan air sungai meluap dan sampah yang dibuang warga ke sungai bermuara di situ. Ditambah lagi, muara sungai yang berbatasan langsung dengan pantai menyebabkan sampah sungai bercampur dengan sampah kiriman dari laut.

    "Sudah sejak dua hari ini seperti ini. Kemarin lebih parah lagi karena airnya sampai menggenang. Sampahnya berasal dari sampah warga yang dibuang sungai terus bertemu dengan sampah kiriman dari laut. Menumpuklah di sini," ujar Mertayasa seperti diungkap Bali Tribun.

    Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Buleleng, Nyoman Genep mengungkapkan, muara Tukad Buleleng menjadi muara penghasil sampah terbesar di Singaraja.

    "Karena selain sampah yang dibuang warga ke sungai, sampah itu kiriman berasal dari luar daerah Buleleng karena terbawa gelombang besar dari laut dan bermuara di situ. Apalagi sekarang kan lagi musim gelombang besar," ujar Genep. Meski begitu, pihaknya telah menurunkan dua petugas secara rutin untuk membersihkannya. (BT)

    Beh, Kawasan Wisata Eks Pelabuhan Buleleng Jadi Muara Sampah

    Posted by buleleng dogen No comments

    Foto Bali Tribun
    Muara tukad atau sungai Buleleng, Bali yang berada di komplek Eks Pelabuhan Buleleng dipenuhi sampah kiriman, Rabu (21/01/2015). Sampah berupa ranting pepohonan sampai sampah plastik bekas makanan dan minuman menumpuk begitu saja di muara sungai. Sehingga menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat.

    Seorang warga, Kadek Mertayasa mengatakan, sampah kiriman itu sudah menumpuk sejak dua hari lalu. Menurutnya, hujan itu menyebabkan air sungai meluap dan sampah yang dibuang warga ke sungai bermuara di situ. Ditambah lagi, muara sungai yang berbatasan langsung dengan pantai menyebabkan sampah sungai bercampur dengan sampah kiriman dari laut.

    "Sudah sejak dua hari ini seperti ini. Kemarin lebih parah lagi karena airnya sampai menggenang. Sampahnya berasal dari sampah warga yang dibuang sungai terus bertemu dengan sampah kiriman dari laut. Menumpuklah di sini," ujar Mertayasa seperti diungkap Bali Tribun.

    Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Buleleng, Nyoman Genep mengungkapkan, muara Tukad Buleleng menjadi muara penghasil sampah terbesar di Singaraja.

    "Karena selain sampah yang dibuang warga ke sungai, sampah itu kiriman berasal dari luar daerah Buleleng karena terbawa gelombang besar dari laut dan bermuara di situ. Apalagi sekarang kan lagi musim gelombang besar," ujar Genep. Meski begitu, pihaknya telah menurunkan dua petugas secara rutin untuk membersihkannya. (BT)

    Pra-Studi Kelayakan Jalan Pintas Denpasar-Singaraja

    Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah VIII Denpasar Ir Syaiful Anwar mengatakan pihaknya telah melakukan pra-studi kelayakan untuk rencana pembangunan jalan pintas (shortcut) Denpasar-Singaraja (Buleleng).

    "Kami sudah melaksanakan sebatas prastudi kelayakan untuk rencana pembangunan jalan pintas tersebut," katanya di sela acara rapat dengan anggota DPRD Bali dan Dinas PU Bali di Denpasar, Rabu.

    Ia mengatakan untuk penetapan menjadi perencanaan pembangunan di BPJN prosesnya masih panjang, karena harus didukung komponen lainnya, yakni ketersedian lahan dan amdal.

    "Untuk sebuah pembangunan jalan nasional memerlukan berbagai kajian, mulai dari pra-studi kelayakan, studi kelayakan, pembebasan lahan (ketersediaan lahan) dan amdal," ujarnya.

    Jika semua itu terpenuhi, kata dia, selanjutnya baru pembukuan untuk diajukan menjadi perencanaan pembangunan nasional, sehingga masuk dalam anggaran di APBN.

    "Pembangunan yang memerlukan biaya besar perlu ada tahapannya. Karena itu perlu adanya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membahas pembangunan jalan pintas tersebut," ucapnya.

    Dari segi anggaran, kata Syaiful, untuk pembangunan jalan pintas Denpasar-Singgaraja memerlukan dana mencapai ratusan miliar rupiah.

    "Jadi peran daerah sangat diperlukan dalam pembangunan berskala besar. Sebab jika menyerahkan kepada BPJN untuk di Bali rasanya tidak mampu. Sebab untuk pembebasan lahan saja mencapai Rp200 miliar, sedangkan pekerjaaan yang harus dituntaskan dalam setahun saja BPJN VIII memerlukan dana mencapai Rp280 miliar lebih," katanya.

    Oleh karena itu, kata dia, diperlukan suatu koordinasi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Yang mana saja menjadi tanggung jawab daerah tersebut, misalnya adalah untuk pembebasan lahan.

    "Kalau melihat dari pembebasan lahan, di Bali ini tanahnya sangat mahal. Karena itu perlu pertimbangan matang dan harus dibicarakan ditingkat pusat," katanya.

    Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry mengatakan pembuatan jalan pintas tersebut sangat penting untuk memperlancar lalu lintas dan perekonomian masyarakat.

    "Keberadaan jalan pintas Denpasar-Singaraja bisa mempesingkat waktu tempuh di jalan raya selama ini, yang biasanya ditempuh 2,5 jam. Namun dengan jalan pintas akan bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam," katanya. (AN)

    Pra-Studi Kelayakan Jalan Pintas Denpasar-Singaraja

    Posted by buleleng dogen 1 comment

    Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah VIII Denpasar Ir Syaiful Anwar mengatakan pihaknya telah melakukan pra-studi kelayakan untuk rencana pembangunan jalan pintas (shortcut) Denpasar-Singaraja (Buleleng).

    "Kami sudah melaksanakan sebatas prastudi kelayakan untuk rencana pembangunan jalan pintas tersebut," katanya di sela acara rapat dengan anggota DPRD Bali dan Dinas PU Bali di Denpasar, Rabu.

    Ia mengatakan untuk penetapan menjadi perencanaan pembangunan di BPJN prosesnya masih panjang, karena harus didukung komponen lainnya, yakni ketersedian lahan dan amdal.

    "Untuk sebuah pembangunan jalan nasional memerlukan berbagai kajian, mulai dari pra-studi kelayakan, studi kelayakan, pembebasan lahan (ketersediaan lahan) dan amdal," ujarnya.

    Jika semua itu terpenuhi, kata dia, selanjutnya baru pembukuan untuk diajukan menjadi perencanaan pembangunan nasional, sehingga masuk dalam anggaran di APBN.

    "Pembangunan yang memerlukan biaya besar perlu ada tahapannya. Karena itu perlu adanya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membahas pembangunan jalan pintas tersebut," ucapnya.

    Dari segi anggaran, kata Syaiful, untuk pembangunan jalan pintas Denpasar-Singgaraja memerlukan dana mencapai ratusan miliar rupiah.

    "Jadi peran daerah sangat diperlukan dalam pembangunan berskala besar. Sebab jika menyerahkan kepada BPJN untuk di Bali rasanya tidak mampu. Sebab untuk pembebasan lahan saja mencapai Rp200 miliar, sedangkan pekerjaaan yang harus dituntaskan dalam setahun saja BPJN VIII memerlukan dana mencapai Rp280 miliar lebih," katanya.

    Oleh karena itu, kata dia, diperlukan suatu koordinasi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Yang mana saja menjadi tanggung jawab daerah tersebut, misalnya adalah untuk pembebasan lahan.

    "Kalau melihat dari pembebasan lahan, di Bali ini tanahnya sangat mahal. Karena itu perlu pertimbangan matang dan harus dibicarakan ditingkat pusat," katanya.

    Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry mengatakan pembuatan jalan pintas tersebut sangat penting untuk memperlancar lalu lintas dan perekonomian masyarakat.

    "Keberadaan jalan pintas Denpasar-Singaraja bisa mempesingkat waktu tempuh di jalan raya selama ini, yang biasanya ditempuh 2,5 jam. Namun dengan jalan pintas akan bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam," katanya. (AN)

    Ajaib, Ditabrak Truk Bocah 8 & 5 Tahun Hanya Luka Lecet

    Jika sebelumnya di Kabupaten Jembrana bayi 10 bulan selamat dari serudukan truk tronton. Kali ini sekitar pukul 15.40 WITA, Rabu (14/1) tadi sore, di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng di Bali, bocah 8 tahun bersama adiknya berumur 5 tahun selamat setelah terpental beberapa meter di tabrak truk.

    Sejumlah pengendara lainnya dan warga sekitar lokasi sempat teriak histeris ketika kedua bocah ini jatuh terguling beberapa meter. Ini terjadi di Jalan Veteran tepatnya di depan Lembaga Pemasyarakatan Singaraja.

    "Truk itu lari, semua tidak ada yang pedulikan mengejar truk. Semua lari selamatkan anak itu," aku ibu pemilik warung depan LP Singaraja, Rabu (14/1).

    Dari keterangan di lokasi kejadian, saat itu Made Indra (35) yang datang dari arah timur akan masuk menuju jalan Gunung Batur menuju ke rumahnya. Saat itu, Indra yang membonceng anaknya Made Ariantini (8), dan Komang Ari Widiastrini (5) dengan mengendarai sepeda motor DK 3400 SS. Tanpa disadari sebuah truk dari arah belakang berusaha mendahului korban.

    "Saya sudah pasang tanda lampu belok ke kanan. Tidak menyangka truk nekat nyalip," kata Indra, di RSUD Buleleng.

    Benturan pun tidak dapat dihindari, seketika Indra dan kedua anaknya terpental. Sementara truk yang tidak diketahui identitasnya berusaha kabur. Bahkan saksi mata yang melihat, truk juga nyaris menabrak sebuah mobil saat menerobos lampu merah.

    "Kami sudah lacak keberadaan truk tersebut dan masih dalam pengejaran," kata Kasubag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra, Rabu (14/1) melalui sambungan telepon.

    Hebatnya, peristiwa ini tidak membuat ketiganya mengalami luka yang cukup serius. " Hanya lecet-lecet saja. Sempat mendapat penanganan di rumah sakit. Anak-anaknya juga selamat tidak ada luka yang begitu serius," terang Putra meyakinkan. (M)

    Ajaib, Ditabrak Truk Bocah 8 & 5 Tahun Hanya Luka Lecet

    Posted by buleleng dogen No comments

    Jika sebelumnya di Kabupaten Jembrana bayi 10 bulan selamat dari serudukan truk tronton. Kali ini sekitar pukul 15.40 WITA, Rabu (14/1) tadi sore, di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng di Bali, bocah 8 tahun bersama adiknya berumur 5 tahun selamat setelah terpental beberapa meter di tabrak truk.

    Sejumlah pengendara lainnya dan warga sekitar lokasi sempat teriak histeris ketika kedua bocah ini jatuh terguling beberapa meter. Ini terjadi di Jalan Veteran tepatnya di depan Lembaga Pemasyarakatan Singaraja.

    "Truk itu lari, semua tidak ada yang pedulikan mengejar truk. Semua lari selamatkan anak itu," aku ibu pemilik warung depan LP Singaraja, Rabu (14/1).

    Dari keterangan di lokasi kejadian, saat itu Made Indra (35) yang datang dari arah timur akan masuk menuju jalan Gunung Batur menuju ke rumahnya. Saat itu, Indra yang membonceng anaknya Made Ariantini (8), dan Komang Ari Widiastrini (5) dengan mengendarai sepeda motor DK 3400 SS. Tanpa disadari sebuah truk dari arah belakang berusaha mendahului korban.

    "Saya sudah pasang tanda lampu belok ke kanan. Tidak menyangka truk nekat nyalip," kata Indra, di RSUD Buleleng.

    Benturan pun tidak dapat dihindari, seketika Indra dan kedua anaknya terpental. Sementara truk yang tidak diketahui identitasnya berusaha kabur. Bahkan saksi mata yang melihat, truk juga nyaris menabrak sebuah mobil saat menerobos lampu merah.

    "Kami sudah lacak keberadaan truk tersebut dan masih dalam pengejaran," kata Kasubag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra, Rabu (14/1) melalui sambungan telepon.

    Hebatnya, peristiwa ini tidak membuat ketiganya mengalami luka yang cukup serius. " Hanya lecet-lecet saja. Sempat mendapat penanganan di rumah sakit. Anak-anaknya juga selamat tidak ada luka yang begitu serius," terang Putra meyakinkan. (M)

    Warga Menyali Serahkan Lontar Untuk Gedong Kirtya

    Seorang warga Banjar Dinas Kawanan, Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Cening Balik menyerahkan beberapa cakep (bendel) lontar untuk disimpan di Gedong Kirtya, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng, Singaraja.

    Cening Balik percaya Gedong Kirtya sebagai satu-satunya museum lontar di dunia, akan aman menyimpan lontar miliknya dan diselamatkan, setelah diterjemahkan, karena dirinya juga tidak bisa membacanya.

    ”Saya ingin lontar ini aman dan bisa berguna” ujarnya saat menyerahkan lontar miliknya diterima Kepala Disbudpar Kabupaten Buleleng Gede Suyasa didampingi Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Gedong Kirtya, Putu Gede Wiriasa di rumah kediamannya, Banjar Dinas Kawanan, Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Rabu (14/01).

    Sedikitnya 20 cakep (bendel) lontar saat itu disiapkan untuk diserahkan Cening Balik

    . Cening Balik mengatakan bahwa lontar tersebut adalah milik saudaranya yang sudah meninggal. “Lontar ini adalah milik kakak saya, karena saya tidak bisa membaca dan tidak mengerti isi lontar ini, saya serahkan kepada Gedong Kirtya agar bisa diterjemahkan dan jika memang penting agar disimpan disana,” imbuhnya.

    Cening Balik menambahkan, bahwa ia ikhlas menyerahkan lontar tersebut ke pemerintah agar lontar terselematkan kalau memang isinya berguna.

    Gede Suyasa selaku pejabat anyar Kepala Disbudpar Kabupaten Buleleng menyatakan, rasa bangga terhadap kesadaran Cening Balik memberikan lontar tersebut ke pemerintah. ”Saya memberikan apresiasi terhadap Bapak Cening Balik karena beliau mau menyerahkan lontar tersebut untuk disimpan di Gedong Kirtya,” ujarnya.

    Mantan Kepasla Bappeda Kabupaten Buleleng ini menambahkan, jika memang isi dari lontar tersebut tentang Desa Menyali maka lontar tersebut akan dikembalikan ke Desa,dan jika lontar tersebut berisi tentang leluhur beliau, lontar tersebut akan dikembalikan kepada pemiliknya.

    ”Nanti kami meminta bantuan kepada petugas di Gedong Kirtya untuk membacanya dan akan mengembalikan lontar tersebut jika isinya penting untuk sang pemilik atau Desa Menyali,” kata Gede Suyasa.

    Putu Gede Wiriasa selaku pejabat Kepala UPTD Gedong Kirtya mengatakan, untuk menterjemahkan 1 cakep lontar memerlukan waktu sekitar 4 bulan, karena perlu ketelitian dan kesabaran. (DN)

    Warga Menyali Serahkan Lontar Untuk Gedong Kirtya

    Posted by buleleng dogen No comments

    Seorang warga Banjar Dinas Kawanan, Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Cening Balik menyerahkan beberapa cakep (bendel) lontar untuk disimpan di Gedong Kirtya, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng, Singaraja.

    Cening Balik percaya Gedong Kirtya sebagai satu-satunya museum lontar di dunia, akan aman menyimpan lontar miliknya dan diselamatkan, setelah diterjemahkan, karena dirinya juga tidak bisa membacanya.

    ”Saya ingin lontar ini aman dan bisa berguna” ujarnya saat menyerahkan lontar miliknya diterima Kepala Disbudpar Kabupaten Buleleng Gede Suyasa didampingi Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Gedong Kirtya, Putu Gede Wiriasa di rumah kediamannya, Banjar Dinas Kawanan, Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Rabu (14/01).

    Sedikitnya 20 cakep (bendel) lontar saat itu disiapkan untuk diserahkan Cening Balik

    . Cening Balik mengatakan bahwa lontar tersebut adalah milik saudaranya yang sudah meninggal. “Lontar ini adalah milik kakak saya, karena saya tidak bisa membaca dan tidak mengerti isi lontar ini, saya serahkan kepada Gedong Kirtya agar bisa diterjemahkan dan jika memang penting agar disimpan disana,” imbuhnya.

    Cening Balik menambahkan, bahwa ia ikhlas menyerahkan lontar tersebut ke pemerintah agar lontar terselematkan kalau memang isinya berguna.

    Gede Suyasa selaku pejabat anyar Kepala Disbudpar Kabupaten Buleleng menyatakan, rasa bangga terhadap kesadaran Cening Balik memberikan lontar tersebut ke pemerintah. ”Saya memberikan apresiasi terhadap Bapak Cening Balik karena beliau mau menyerahkan lontar tersebut untuk disimpan di Gedong Kirtya,” ujarnya.

    Mantan Kepasla Bappeda Kabupaten Buleleng ini menambahkan, jika memang isi dari lontar tersebut tentang Desa Menyali maka lontar tersebut akan dikembalikan ke Desa,dan jika lontar tersebut berisi tentang leluhur beliau, lontar tersebut akan dikembalikan kepada pemiliknya.

    ”Nanti kami meminta bantuan kepada petugas di Gedong Kirtya untuk membacanya dan akan mengembalikan lontar tersebut jika isinya penting untuk sang pemilik atau Desa Menyali,” kata Gede Suyasa.

    Putu Gede Wiriasa selaku pejabat Kepala UPTD Gedong Kirtya mengatakan, untuk menterjemahkan 1 cakep lontar memerlukan waktu sekitar 4 bulan, karena perlu ketelitian dan kesabaran. (DN)

    Kasus Korupsi Prona Buleleng Dituntut 1,5 Tahun

    Mantan Kepala Desa Bondalem, Gede Rasa Dana (58), yang menjadi terdakwa kasus korupsi dana Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) Kabupaten Buleleng 2012 divonsi 1,5 tahun kurungan penjara dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Denpasar, Rabu.

    Dalam kesempatan tersebut, terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp50 juta atau subsider kurungan penjara selama tiga bulan.

    Sejumlah hal yang memberatkan terdakwa dalam persidangan tersebut adalah terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi, tidak memberikan contoh yang baik sebagai pejabat publik, dan upaya memperkaya diri sendiri.

    Hal-hal yang dianggap meringankan diantaranya, terdakwa sopan dalam setiap persidangan, merupakan tulang punggung keluarga, dan belum pernah terbelit kasus hukum lainnya.

    Terdakwa dalam kesempatan itu terlihat lesu dengan mengenakan jaket hitam, namun tetap tegar menghadapi kasus hukum tersebut.

    Seusai tuntutan hukum tersebut, terdakwa berundin dengan kuasa hukumnya, I Nyoman Nika dan mengajukan pembelaan pada persidangan Selasa (20/1).

    Menurut kuasa hukumnya, I Nyoman Nika bahwa terdakwa telah mengembalikan kerugian uang negara sepenuhny sebesar Rp288.442.768.

    Perkara tersebut bermula ketika Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, ditetapkan sebagai salah satu desa lokasi dilaksanakannya Prona.

    Saat dilakukan sosialisasi oleh petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) disebutkan bahwa calon pemohon Prona yang tanahnya belum bersertifikat dapat mendaftar ke kantor desa atau diurus sendiri tanpa dipungut biaya.

    Terdakwa selaku Kepala Desa Bondalem juga membenarkan tentang program tersebut dan mengimbau warga untuk mendaftar.

    Selanjutnya pada saat sosialisasi kedua tahun 2012 terdakwa mengatakan kepada peserta Prona yang telah mendaftar dikenakan biaya Rp1 juta dan jika tidak punya uang maka tidak diizinkan mengikuti Prona.

    Terdakwa juga memberikan solusi kepada masyarakat yang tidak memiliki uang untuk meminjam Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Bondalem. Padahal dalam petunjuk teknis Prona seharusnya tidak ada pungutan biaya.

    Kemudian dalam prosesnya sebanyak 350 orang masyarakat Desa Bondalem yang menjadi peserta Prona membayar sehingga terkumpul uang sebesar Rp288.442.768. Uang tersebut digunakan terdakwa untuk proses melengkapi berkas, pembayaran ke kas desa, biaya upah kepada perangkat dan registrasi camat yang kemudian dibagi-bagikan kepada perangkat desa setempat. (AN)

    Kasus Korupsi Prona Buleleng Dituntut 1,5 Tahun

    Posted by buleleng dogen No comments

    Mantan Kepala Desa Bondalem, Gede Rasa Dana (58), yang menjadi terdakwa kasus korupsi dana Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) Kabupaten Buleleng 2012 divonsi 1,5 tahun kurungan penjara dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Denpasar, Rabu.

    Dalam kesempatan tersebut, terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp50 juta atau subsider kurungan penjara selama tiga bulan.

    Sejumlah hal yang memberatkan terdakwa dalam persidangan tersebut adalah terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi, tidak memberikan contoh yang baik sebagai pejabat publik, dan upaya memperkaya diri sendiri.

    Hal-hal yang dianggap meringankan diantaranya, terdakwa sopan dalam setiap persidangan, merupakan tulang punggung keluarga, dan belum pernah terbelit kasus hukum lainnya.

    Terdakwa dalam kesempatan itu terlihat lesu dengan mengenakan jaket hitam, namun tetap tegar menghadapi kasus hukum tersebut.

    Seusai tuntutan hukum tersebut, terdakwa berundin dengan kuasa hukumnya, I Nyoman Nika dan mengajukan pembelaan pada persidangan Selasa (20/1).

    Menurut kuasa hukumnya, I Nyoman Nika bahwa terdakwa telah mengembalikan kerugian uang negara sepenuhny sebesar Rp288.442.768.

    Perkara tersebut bermula ketika Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, ditetapkan sebagai salah satu desa lokasi dilaksanakannya Prona.

    Saat dilakukan sosialisasi oleh petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) disebutkan bahwa calon pemohon Prona yang tanahnya belum bersertifikat dapat mendaftar ke kantor desa atau diurus sendiri tanpa dipungut biaya.

    Terdakwa selaku Kepala Desa Bondalem juga membenarkan tentang program tersebut dan mengimbau warga untuk mendaftar.

    Selanjutnya pada saat sosialisasi kedua tahun 2012 terdakwa mengatakan kepada peserta Prona yang telah mendaftar dikenakan biaya Rp1 juta dan jika tidak punya uang maka tidak diizinkan mengikuti Prona.

    Terdakwa juga memberikan solusi kepada masyarakat yang tidak memiliki uang untuk meminjam Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Bondalem. Padahal dalam petunjuk teknis Prona seharusnya tidak ada pungutan biaya.

    Kemudian dalam prosesnya sebanyak 350 orang masyarakat Desa Bondalem yang menjadi peserta Prona membayar sehingga terkumpul uang sebesar Rp288.442.768. Uang tersebut digunakan terdakwa untuk proses melengkapi berkas, pembayaran ke kas desa, biaya upah kepada perangkat dan registrasi camat yang kemudian dibagi-bagikan kepada perangkat desa setempat. (AN)

    Layanan Semeton

    Layanan Semeton

    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    © 2013 SUARA BULELENG. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
    Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
    back to top