Info Terkini

    Dokumen Rencana Pemberontakan PKI Ditemukan


    Dokumen kecil berisi rencana pemberontakan PKI dengan target mendirikan negara komunis di Indonesia ditemukan ahli sejarah Universitas Negeri Surabaya, Prof Dr Aminuddin Kasdi.

    "Jadi, pengakuan pihak tertentu ada skenario ABRI melakukan penangkapan orang-orang PKI setelah Oktober atau ada pembantaian terencana oleh NU terhadap PKI, ternyata tidak didukung bukti historis," katanya, kepada ANTARA, di Surabaya, Senin, 30/6.

    Menurut dia, fakta yang sebenarnya justru ada dalam buku kecil atau buku saku tentang ABC Revolusi yang ditulis CC (Comite Central) PKI pada 1957, yang merinci tiga rencana revolusi atau pemberontakan PKI tentang negara komunis di Indonesia.

    "Buku yang saya temukan itu justru membuktikan bahwa rencana pemberontakan PKI yang diragukan sejumlah pihak itu ada dokumen historisnya, bahkan dokumen itu merinci tiga tahapan pemberontakan PKI yang semuanya gagal, lalu rumorpun diembuskan untuk mengaburkan fakta," katanya.

    Tanpa menyebut asal-usul dokumen yang terlihat lusuh itu, ia mengaku bersyukur dengan temuan dokumen yang tak terbantahkan itu.

    "Kalau ada orang NU melakukan pembunuhan, itu bukan direncanakan, tapi reaksi atas sikap PKI sendiri yang menyebabkan chaos itu," katanya.

    Ia menjelaskan sikap PKI memang menyakitkan, sehingga NU melakukan reaksi balik. "PKI melakukan provokasi dengan ludruk yang temanya menyakitkan, seperti matinya Tuhan, malaikat yang tidak menikah karena belum dikhitan, dan banyak lagi," katanya.


    Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat jangan terpengaruh dengan provokasi politik yang didukung media massa untuk "membesarkan" PKI guna mengaburkan sejarah dengan menghalalkan segala cara.

    "Kita jangan terpancing dengan sisa-sisa orang PKI di berbagai lini yang berusaha membangkitkan mimpi tentang negara komunis melalui media massa, buku-buku, dan semacamnya yang seolah-olah benar dengan bersumber kesaksian," kata dia.

    "Ada sisa-sisa PKI bercokol di media massa," katanya pula.

    Ia menambahkan, testimoni berbagai pihak itu mungkin benar, namun testimoni itu bersumber dari individu-individu yang tidak mengetahui skenario besar dari PKI untuk merancang tiga revolusi dengan goal untuk mendirikan negara komunis di Indonesia.

    "Saya bukan hanya bersaksi, karena saya juga sempat mengalami sejarah pemberontakan PKI itu dan lebih dari itu, saya mempunyai bukti yang sangat gamblang dari dokumen PKI sendiri," katanya.

    Senada dengan itu, guru besar Universitas dr Soetomo Surabaya, Prof Dr Sam Abede Pareno, menyatakan, buku Memoir on The Formation of Malaysia, karya Ghazali Shafie terbitan Universiti Kebangsaan Malaysia, menunjukkan kaitan erat Konfrontasi Indonesia-Malaysia dengan PKI.

    "Dalam buku itu jelas Bung Karno tidak menghadiri persidangan puncak dengan Tungku Abdul Rachman di Tokyo pada tahun 1963, karena PKI tidak suka dengan pertemuan itu," kata penulis buku Rumpun Melayu, Mitos dan Realitas itu.

    Oleh karena itu, konfrontasi Indonesia-Malaysia itu bukan sekadar demo anti-Indonesia atau demo anti-Malaysia, melainkan PKI merancang konfrontasi itu agar rencana besar (negara komunis) tidak "terbaca".

    Apalagi Bung Karno melontarkan gagasan nasionalis, agama, dan komunis yang justru "melindungi" gerakan PKI.

    "PKI memang selalu memanfaatkan kelengahan pemerintah Indonesia yang sibuk menghadapi Agresi Militer I Belanda pada 1947 dengan aksi terpusat di Madiun pada 1948," katanya.

    "Lalu ketika pemerintah sibuk dengan Ganyang Malaysia yang juga mereka sponsori itu, PKI menikam dari belakang dengan Gerakan 30 September 1965," katanya.

    Pada Juli ini juga ada beberapa agenda besar nasional, di antara yang terbesar adalah Pemilu Presiden 9 Juli nanti yang menyerap sejumlah besar pengerahan sumber daya nasional. (AN)

    Dokumen Rencana Pemberontakan PKI Ditemukan

    Posted by buleleng dogen No comments


    Dokumen kecil berisi rencana pemberontakan PKI dengan target mendirikan negara komunis di Indonesia ditemukan ahli sejarah Universitas Negeri Surabaya, Prof Dr Aminuddin Kasdi.

    "Jadi, pengakuan pihak tertentu ada skenario ABRI melakukan penangkapan orang-orang PKI setelah Oktober atau ada pembantaian terencana oleh NU terhadap PKI, ternyata tidak didukung bukti historis," katanya, kepada ANTARA, di Surabaya, Senin, 30/6.

    Menurut dia, fakta yang sebenarnya justru ada dalam buku kecil atau buku saku tentang ABC Revolusi yang ditulis CC (Comite Central) PKI pada 1957, yang merinci tiga rencana revolusi atau pemberontakan PKI tentang negara komunis di Indonesia.

    "Buku yang saya temukan itu justru membuktikan bahwa rencana pemberontakan PKI yang diragukan sejumlah pihak itu ada dokumen historisnya, bahkan dokumen itu merinci tiga tahapan pemberontakan PKI yang semuanya gagal, lalu rumorpun diembuskan untuk mengaburkan fakta," katanya.

    Tanpa menyebut asal-usul dokumen yang terlihat lusuh itu, ia mengaku bersyukur dengan temuan dokumen yang tak terbantahkan itu.

    "Kalau ada orang NU melakukan pembunuhan, itu bukan direncanakan, tapi reaksi atas sikap PKI sendiri yang menyebabkan chaos itu," katanya.

    Ia menjelaskan sikap PKI memang menyakitkan, sehingga NU melakukan reaksi balik. "PKI melakukan provokasi dengan ludruk yang temanya menyakitkan, seperti matinya Tuhan, malaikat yang tidak menikah karena belum dikhitan, dan banyak lagi," katanya.


    Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat jangan terpengaruh dengan provokasi politik yang didukung media massa untuk "membesarkan" PKI guna mengaburkan sejarah dengan menghalalkan segala cara.

    "Kita jangan terpancing dengan sisa-sisa orang PKI di berbagai lini yang berusaha membangkitkan mimpi tentang negara komunis melalui media massa, buku-buku, dan semacamnya yang seolah-olah benar dengan bersumber kesaksian," kata dia.

    "Ada sisa-sisa PKI bercokol di media massa," katanya pula.

    Ia menambahkan, testimoni berbagai pihak itu mungkin benar, namun testimoni itu bersumber dari individu-individu yang tidak mengetahui skenario besar dari PKI untuk merancang tiga revolusi dengan goal untuk mendirikan negara komunis di Indonesia.

    "Saya bukan hanya bersaksi, karena saya juga sempat mengalami sejarah pemberontakan PKI itu dan lebih dari itu, saya mempunyai bukti yang sangat gamblang dari dokumen PKI sendiri," katanya.

    Senada dengan itu, guru besar Universitas dr Soetomo Surabaya, Prof Dr Sam Abede Pareno, menyatakan, buku Memoir on The Formation of Malaysia, karya Ghazali Shafie terbitan Universiti Kebangsaan Malaysia, menunjukkan kaitan erat Konfrontasi Indonesia-Malaysia dengan PKI.

    "Dalam buku itu jelas Bung Karno tidak menghadiri persidangan puncak dengan Tungku Abdul Rachman di Tokyo pada tahun 1963, karena PKI tidak suka dengan pertemuan itu," kata penulis buku Rumpun Melayu, Mitos dan Realitas itu.

    Oleh karena itu, konfrontasi Indonesia-Malaysia itu bukan sekadar demo anti-Indonesia atau demo anti-Malaysia, melainkan PKI merancang konfrontasi itu agar rencana besar (negara komunis) tidak "terbaca".

    Apalagi Bung Karno melontarkan gagasan nasionalis, agama, dan komunis yang justru "melindungi" gerakan PKI.

    "PKI memang selalu memanfaatkan kelengahan pemerintah Indonesia yang sibuk menghadapi Agresi Militer I Belanda pada 1947 dengan aksi terpusat di Madiun pada 1948," katanya.

    "Lalu ketika pemerintah sibuk dengan Ganyang Malaysia yang juga mereka sponsori itu, PKI menikam dari belakang dengan Gerakan 30 September 1965," katanya.

    Pada Juli ini juga ada beberapa agenda besar nasional, di antara yang terbesar adalah Pemilu Presiden 9 Juli nanti yang menyerap sejumlah besar pengerahan sumber daya nasional. (AN)

    Anjing Rabies Gigit Bocah di Munduk

    Kasus gigitan anjing muncul lagi di Buleleng. Kali ini menimpa Kadek Adi Wirawan (9) asal Banjar Dinas Bulakan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar. Korban digigit di bagian pelipis mata, Jumat (26/6) lalu. Celakannya, setelah diperiksa, anjing tersebut positif rabies.

    Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanak) Buleleng Nyoman Swatantra mengatakan pihaknya telah melakukan eleminasi dan vaksinasi massal menyasar anjing liar di Desa Munduk. Warga juga dilarang membawa anjing ke luar maupun masuk desa.

    “ Kami sudah lakukan isolasi di kawasan itu, jangan sampai muncul kasus gigitan yang lain,” katanya, Senin (30/6). Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr. IGN Mahapramana menegaskan korban gigitan anjing sudah diberikan vaksin anti rabies (VAR). Kondisi korban juga terus dipantau. (BP)

    Anjing Rabies Gigit Bocah di Munduk

    Posted by buleleng dogen No comments

    Kasus gigitan anjing muncul lagi di Buleleng. Kali ini menimpa Kadek Adi Wirawan (9) asal Banjar Dinas Bulakan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar. Korban digigit di bagian pelipis mata, Jumat (26/6) lalu. Celakannya, setelah diperiksa, anjing tersebut positif rabies.

    Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanak) Buleleng Nyoman Swatantra mengatakan pihaknya telah melakukan eleminasi dan vaksinasi massal menyasar anjing liar di Desa Munduk. Warga juga dilarang membawa anjing ke luar maupun masuk desa.

    “ Kami sudah lakukan isolasi di kawasan itu, jangan sampai muncul kasus gigitan yang lain,” katanya, Senin (30/6). Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr. IGN Mahapramana menegaskan korban gigitan anjing sudah diberikan vaksin anti rabies (VAR). Kondisi korban juga terus dipantau. (BP)

    Usai Tarian Sakral, Penari Pingsan Massal


    Tarian Legong Keraton Lasem yang ditampilkan Duta Kota Denpasar Sekaa Gandrung Metu Br. Tambawu Kelod, Kelurahan Penatih, Kecamatan Timur Kota Denpasar merupakan tarian sakral.

    Terbukti, saat ditarikan di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-XXXVI di Kalangan Angsoka Art Center Minggu, (29/6/2014) semua penari Legong Keraton Lasem jatuh pingsan usai pementasan.

    Kepala Lingkungan Br. Tembawu Kelod sekaligus Penanggung Jawab Sekaa Gandrung Metu, Wayan Kusumayuda menuturkan, tarian Legong Keraton Lasem memang dipercaya sebagai tarian sakral.

    Dia menyebut, gelungan yang digunakan para penari merupakan sungsungan pengiring Ratu Ayu Mas di Pura Penyarikan Br. Tembawu Kelod.

    Selain itu, para penari Tarian Legong Keraton Lasem diibaratkan bidadari Ida Ayu Ratu Emas, sehingga sehabis menari para penari pasti jatuh pingsan.

    “Dimana pun di pentaskan tarian Legong Keraton Lasem pasti para penari sehabis pentas jatuh pingsan,” ungkapnya saat di temui di Art Center.

    Tarian Legong Keraton Lasem ini mengisahkan perjalanan Prabu Lasem menuju medan perang. Diah Rangke Sari pun menolak ajakan itu dan tidak menyetujui keinginan Prabu Lasem.

    Dalam perjalanannya tiba-tiba Prabu Lasem dihadang seekor burung gagak yang memuntahkan darah sebagai pertanda bahwa Prabu Lasem akan menemui kekalahan.

    Namun Prabu Lasem tetap bersikeras melanjutkan perjalanannya tersebut sampai akhirnya Prabu Lasem menemui kekalahannya di medan perang.

    Selain Tarian Keraton Lasem, Sekaa Gandrung Semara Metu Br. Tambawu Kelod juga menampilkan Tari Gandrangan yang juga sakral.

    Di mana Tarian Gandrangan merupakan tari pergaulan namun sangat sakral.

    Pada zaman dahulu ini biasanya di bawakan seorang penari pria untuk memanjatkan rasa puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

    Tarian ini dipersembahkan di istana untuk menghibur para raja, itu pun dilaksanakan sehabis panen.

    Biasanya, tarian ini diiringi dengan gambelan gandrung lalu tariannya dinamakan Gandrangan. Seiring dengan waktu lama kelamaan tarian ini dapat menjalin persatuan dan kesatuan serta memberikan kemakmuran bagi masyarakat dan dengan keyakinan itu mulailah masyarakat berkaul untuk memohon keselamatan.

    Karenanya, tarian ini tetap dilestarikan dan disakralkan sampai sekarang. Selain tarian itu Sekaa Gandrung Semara Metu Br. Tambawu Kelod juga menampilkan tabuh kreasi yang berjudul Senar Gong dan Tabuh Saron. (KN)

    Usai Tarian Sakral, Penari Pingsan Massal

    Posted by buleleng dogen No comments


    Tarian Legong Keraton Lasem yang ditampilkan Duta Kota Denpasar Sekaa Gandrung Metu Br. Tambawu Kelod, Kelurahan Penatih, Kecamatan Timur Kota Denpasar merupakan tarian sakral.

    Terbukti, saat ditarikan di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-XXXVI di Kalangan Angsoka Art Center Minggu, (29/6/2014) semua penari Legong Keraton Lasem jatuh pingsan usai pementasan.

    Kepala Lingkungan Br. Tembawu Kelod sekaligus Penanggung Jawab Sekaa Gandrung Metu, Wayan Kusumayuda menuturkan, tarian Legong Keraton Lasem memang dipercaya sebagai tarian sakral.

    Dia menyebut, gelungan yang digunakan para penari merupakan sungsungan pengiring Ratu Ayu Mas di Pura Penyarikan Br. Tembawu Kelod.

    Selain itu, para penari Tarian Legong Keraton Lasem diibaratkan bidadari Ida Ayu Ratu Emas, sehingga sehabis menari para penari pasti jatuh pingsan.

    “Dimana pun di pentaskan tarian Legong Keraton Lasem pasti para penari sehabis pentas jatuh pingsan,” ungkapnya saat di temui di Art Center.

    Tarian Legong Keraton Lasem ini mengisahkan perjalanan Prabu Lasem menuju medan perang. Diah Rangke Sari pun menolak ajakan itu dan tidak menyetujui keinginan Prabu Lasem.

    Dalam perjalanannya tiba-tiba Prabu Lasem dihadang seekor burung gagak yang memuntahkan darah sebagai pertanda bahwa Prabu Lasem akan menemui kekalahan.

    Namun Prabu Lasem tetap bersikeras melanjutkan perjalanannya tersebut sampai akhirnya Prabu Lasem menemui kekalahannya di medan perang.

    Selain Tarian Keraton Lasem, Sekaa Gandrung Semara Metu Br. Tambawu Kelod juga menampilkan Tari Gandrangan yang juga sakral.

    Di mana Tarian Gandrangan merupakan tari pergaulan namun sangat sakral.

    Pada zaman dahulu ini biasanya di bawakan seorang penari pria untuk memanjatkan rasa puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

    Tarian ini dipersembahkan di istana untuk menghibur para raja, itu pun dilaksanakan sehabis panen.

    Biasanya, tarian ini diiringi dengan gambelan gandrung lalu tariannya dinamakan Gandrangan. Seiring dengan waktu lama kelamaan tarian ini dapat menjalin persatuan dan kesatuan serta memberikan kemakmuran bagi masyarakat dan dengan keyakinan itu mulailah masyarakat berkaul untuk memohon keselamatan.

    Karenanya, tarian ini tetap dilestarikan dan disakralkan sampai sekarang. Selain tarian itu Sekaa Gandrung Semara Metu Br. Tambawu Kelod juga menampilkan tabuh kreasi yang berjudul Senar Gong dan Tabuh Saron. (KN)

    Terganjal Tungkang Angkut, TPST Busungbisu Ngadat

    Proyek tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) hingga ke desa di Buleleng, menemui hambatan serius, bahkan ngadat. Kondisi ini terjadi di TPST Dusun Kelodan, Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu. Setelah dibangun tahun 2012 lalu, TPST ini belum berfungsi. Pemicunya, pihak desa kesulitan mencari tukang angkut sampah.

    Camat Busungbiu I Made Sudama Diana Minggu (29/6), membenarkan ngadatnya TPST di BusungbiuKata dia, TPST tersebut dibangun tahun 2012 lalu oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Buleleng.

    “TPST belum berfungsi karena desa masih melakukan pembahasan perdes khusus sampah, kemungkinan tahun 2015 desa baru akan mengelola TPST tersebut,” katanya.

    MeskiTPST belum beroperasi, Sudama Diana menambahkan, sampah yang dihasilkan masing-masing rumah tangga di Desa Busungbiu sementara ditampung di TPST, lalu diangkut oleh truk DKP Buleleng ke pembuang akhir (TPA). (BP)

    Terganjal Tungkang Angkut, TPST Busungbisu Ngadat

    Posted by buleleng dogen No comments

    Proyek tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) hingga ke desa di Buleleng, menemui hambatan serius, bahkan ngadat. Kondisi ini terjadi di TPST Dusun Kelodan, Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu. Setelah dibangun tahun 2012 lalu, TPST ini belum berfungsi. Pemicunya, pihak desa kesulitan mencari tukang angkut sampah.

    Camat Busungbiu I Made Sudama Diana Minggu (29/6), membenarkan ngadatnya TPST di BusungbiuKata dia, TPST tersebut dibangun tahun 2012 lalu oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Buleleng.

    “TPST belum berfungsi karena desa masih melakukan pembahasan perdes khusus sampah, kemungkinan tahun 2015 desa baru akan mengelola TPST tersebut,” katanya.

    MeskiTPST belum beroperasi, Sudama Diana menambahkan, sampah yang dihasilkan masing-masing rumah tangga di Desa Busungbiu sementara ditampung di TPST, lalu diangkut oleh truk DKP Buleleng ke pembuang akhir (TPA). (BP)

    TDL Naik 1 Juli, Kenaikan Tarif Listrik Dipercepat 6 Bulan Lebih Awal

    Pihak Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui rencana kenaikan tarif dasar listrik/TDL (industri dan rumah tangga) dipercepat dari rencana semula yaitu 1 Januari 2015. Jadwal kenaikan tarif direvisi menjadi 1 Juli 2014 dengan alasan kondisi APBN 2014 yang mengalami defisit besar.

    "Kenaikan dimajukan menjadi 1 Juli 2014 secara bertahap dua bulan sekali. Akhir November keenam golongan akan tidak dapat subsidi. Sesuai roadmap 1 Januari 2015 sampai triwulan keempat, karena kondisi fiskal kurang menggembirakan rencana 1 Januari, sudah dilakukan 1 Juli 2014," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) ESDM Jarman dalam acara Coffee Morning di Kantornya, Kuningan, Jumat (27/6/2014)

    Jarman menegaskan, kenaikan tarif ini bukanlah bagian upaya PT PLN (Persero) untuk meningkatkan pendapatan usaha. Namun untuk memberi ruang bagi PLN untuk meningkatkan infrastruktur kelistrikan, termasuk pemasangan listrik untuk pelanggan baru.

    "Pendapatan usaha kita (PLN) nggak ada perubahan. Apa yang kita terima tetap sama. Cuma kan dari sisi pembayarannya saja, kalau yang semula harga listrik itu sebagian dibayar pelanggan sebagian dibayar pemerintah dalam bentuk. Subsidi, nantinya, akan sepenuhnya dibayar pelanggan. Jadi yang berubah hanya komposisi pembayarannya saja," tegasnya.

    Berdasarkan data Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) setidaknya ada 6 golongan pelanggan yang terkena dampak pencabutan subsidi ini, antara lain:

    • Golongan industri I-3, naik jadi Rp 964/kwh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.075/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.200/kWh.
    • Golongan rumah tangga R-2 TR 3.500 Va hingga 5.500 Va, naik jadi Rp 1.210 per kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.279/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.352/kWh.
    • Golongan P2 >200 kVa, naik jadi Rp 1.081/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.139/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.200/kWh.
    • Golongan R-1 TR 2.200 Va naik jadi Rp 1.109/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.224/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.353/kWh.
    • Golongan P-3 naik jadi Rp 1.104/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.221/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.352/kWh.
    • Golongan R-1 1.300 Va naik jadi Rp 1.090/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.214/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.352/kWh


    (Detik)

    TDL Naik 1 Juli, Kenaikan Tarif Listrik Dipercepat 6 Bulan Lebih Awal

    Posted by buleleng dogen No comments

    Pihak Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui rencana kenaikan tarif dasar listrik/TDL (industri dan rumah tangga) dipercepat dari rencana semula yaitu 1 Januari 2015. Jadwal kenaikan tarif direvisi menjadi 1 Juli 2014 dengan alasan kondisi APBN 2014 yang mengalami defisit besar.

    "Kenaikan dimajukan menjadi 1 Juli 2014 secara bertahap dua bulan sekali. Akhir November keenam golongan akan tidak dapat subsidi. Sesuai roadmap 1 Januari 2015 sampai triwulan keempat, karena kondisi fiskal kurang menggembirakan rencana 1 Januari, sudah dilakukan 1 Juli 2014," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) ESDM Jarman dalam acara Coffee Morning di Kantornya, Kuningan, Jumat (27/6/2014)

    Jarman menegaskan, kenaikan tarif ini bukanlah bagian upaya PT PLN (Persero) untuk meningkatkan pendapatan usaha. Namun untuk memberi ruang bagi PLN untuk meningkatkan infrastruktur kelistrikan, termasuk pemasangan listrik untuk pelanggan baru.

    "Pendapatan usaha kita (PLN) nggak ada perubahan. Apa yang kita terima tetap sama. Cuma kan dari sisi pembayarannya saja, kalau yang semula harga listrik itu sebagian dibayar pelanggan sebagian dibayar pemerintah dalam bentuk. Subsidi, nantinya, akan sepenuhnya dibayar pelanggan. Jadi yang berubah hanya komposisi pembayarannya saja," tegasnya.

    Berdasarkan data Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) setidaknya ada 6 golongan pelanggan yang terkena dampak pencabutan subsidi ini, antara lain:

    • Golongan industri I-3, naik jadi Rp 964/kwh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.075/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.200/kWh.
    • Golongan rumah tangga R-2 TR 3.500 Va hingga 5.500 Va, naik jadi Rp 1.210 per kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.279/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.352/kWh.
    • Golongan P2 >200 kVa, naik jadi Rp 1.081/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.139/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.200/kWh.
    • Golongan R-1 TR 2.200 Va naik jadi Rp 1.109/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.224/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.353/kWh.
    • Golongan P-3 naik jadi Rp 1.104/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.221/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.352/kWh.
    • Golongan R-1 1.300 Va naik jadi Rp 1.090/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.214/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.352/kWh


    (Detik)

    TDL Naik, PDAM Buleleng Tunggu Reaksi Pasar Untuk Naikkan Tarif Air

    Perusahaan Listrik Negara mulai 1 Juli 2014 mulai menaikkan Tarif Dasar Listrik. Kenaikan ini memungkinkan Perusahaan Daerah Air Minum menaikkan tarif air. Namun PDAM Buleleng belum merencanakannya.

    Direktur Utama PDAM Buleleng Made Lestariana mengatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru menaikkan tarif PDAM. Tapi tak menutup kemungkinan bahwa kenaikan tarif air bisa terjadi seiring kenaikan TDL.

    Saat ini PDAM Buleleng masih memantau lebih dahulu setelah TDL naik. Termasuk memantau harga kebutuhan pokok. Jika harga kebutuhan pokok naik karena kenaikan TDL, maka kemungkinan PDAM menaikkan tarifnya akan lebih besar.

    "Kita lihat dulu harga bahan-bahan kebutuhan setelah tarif baru (TDL) diberlakukan. Setelah itu kita akan lakukan evaluasi satu sampai tiga bulan terkait dampaknya terhadap bahan harga kebutuhan pokok," kata Lestariana. (TB)

    TDL Naik, PDAM Buleleng Tunggu Reaksi Pasar Untuk Naikkan Tarif Air

    Posted by buleleng dogen No comments

    Perusahaan Listrik Negara mulai 1 Juli 2014 mulai menaikkan Tarif Dasar Listrik. Kenaikan ini memungkinkan Perusahaan Daerah Air Minum menaikkan tarif air. Namun PDAM Buleleng belum merencanakannya.

    Direktur Utama PDAM Buleleng Made Lestariana mengatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru menaikkan tarif PDAM. Tapi tak menutup kemungkinan bahwa kenaikan tarif air bisa terjadi seiring kenaikan TDL.

    Saat ini PDAM Buleleng masih memantau lebih dahulu setelah TDL naik. Termasuk memantau harga kebutuhan pokok. Jika harga kebutuhan pokok naik karena kenaikan TDL, maka kemungkinan PDAM menaikkan tarifnya akan lebih besar.

    "Kita lihat dulu harga bahan-bahan kebutuhan setelah tarif baru (TDL) diberlakukan. Setelah itu kita akan lakukan evaluasi satu sampai tiga bulan terkait dampaknya terhadap bahan harga kebutuhan pokok," kata Lestariana. (TB)

    Tol Denpasar-Singaraja Akan Dibangun 2015

    Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta berjanji akan segera merealisasikan program pembangunan di Kabupaten Buleleng. Program pembangunan yang akan segera direalisasikannya diantaranya, program pembangunan jalan tol Denpasar-Singaraja, pembangunan Bandara Internasional Buleleng (BIB), Pelabuhan Celukan Bawang dan Pelabuhan Kapal Pesiar. Dan saat ini, pihaknya masih dalam tahap studi kelayakan.

    Sudikerta mengatakan, pembangunan infrastruktur di Bali Utara sangat penting artinya. Mengingat, bertambahnya infrastruktur yang menunjang, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan perkembangan pariwisata di Buleleng.

    "Sekarang sudah menuju ke visibility study. Setelah itu selesai, langsung di agendakan menjadi beauty contest dan mencarikan dana. Sektor pertanian juga sama seperti itu," ujarnya.

    Dikatakan, program pembangunan di Buleleng baru akan dimulai pada 2015 mendatang. Sebab, dirinya beralasan baru memimpin sejak 2013 dan sistem pengarahan dilakukan setiap satu tahun sekali. (TN)

    Tol Denpasar-Singaraja Akan Dibangun 2015

    Posted by buleleng dogen No comments

    Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta berjanji akan segera merealisasikan program pembangunan di Kabupaten Buleleng. Program pembangunan yang akan segera direalisasikannya diantaranya, program pembangunan jalan tol Denpasar-Singaraja, pembangunan Bandara Internasional Buleleng (BIB), Pelabuhan Celukan Bawang dan Pelabuhan Kapal Pesiar. Dan saat ini, pihaknya masih dalam tahap studi kelayakan.

    Sudikerta mengatakan, pembangunan infrastruktur di Bali Utara sangat penting artinya. Mengingat, bertambahnya infrastruktur yang menunjang, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan perkembangan pariwisata di Buleleng.

    "Sekarang sudah menuju ke visibility study. Setelah itu selesai, langsung di agendakan menjadi beauty contest dan mencarikan dana. Sektor pertanian juga sama seperti itu," ujarnya.

    Dikatakan, program pembangunan di Buleleng baru akan dimulai pada 2015 mendatang. Sebab, dirinya beralasan baru memimpin sejak 2013 dan sistem pengarahan dilakukan setiap satu tahun sekali. (TN)

    Jelang Ramadan, Daging Ayam di Pasar Anyar Naik Rp 5.000


    Menjelang bulan Ramadan, harga daging ayam di Pasar Anyar Singaraja, Buleleng mengalami kenaikan sebesar Rp 5.000, dari sebelumnya Rp 30 ribu naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram (kg).

    Siti Komariah (64), seorang pembeli daging ayam asal Desa Pegayaman, Sukasada, Buleleng mengatakan, dirinya membeli daging ayam untuk persiapan puasa esok hari. Saat itu, Komariah sedang terlihat membeli dua kg daging ayam.

    "Rencana dimasak buat nanti sahur sama buka puasa besok kalau nanti sore ada pengumuman puasa mulai besok," ujar Komariah.

    Ia juga mengaku keberatan terkait naiknya komoditi satu tersebut. Namun demikian dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. "Ya mau gimana lagi, sudah biasa tiap puasa harganya naik," katanya.

    Seorang pedagang daging ayam di Pasar Anyar Singaraja, Murtini mengatakan, kenaikan harga daging ayam sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Menurutnya, kenaikan harga ini sudah dari tingkat pengepul. Sebab, permintaan daging ayam menjelang bulan Ramadan ini meningkat.

    "Naik Rp 5.000 per kg. Biasa mau puasa banyak yang cari. Sejak dua hari ini selalu ramai pembeli," kata Murtini.

    Dikatakan, setiap hari dirinya mendapatkan stok 50 kg daging ayam dan selalu habis sejak dua hari ini. Murtini juga mengaku tidak masalah jika harga daging ayam naik. "Selama pembelinya banyak. Laku terus tidak masalah naik," ujarnya.

    Harga daging sapi tetap stabil. Meski menjelang Ramadan, harga daging sapi tetap normal. Seorang pedagang daging sapi di Pasar Anyar, Adelia (45) mengatakan, harga daging sapi kualitas super Rp 100 ribu per kg. Sedangkan kelas I Rp 90 ribu per kg, kelas II Rp 80 ribu per kg dan kelas III Rp 60 ribu per kg.

    "Harga daging sapi tetap normal, tidak ada kenaikan sekarang. Mungkin biasanya kalau sudah puasa atau menjelang lebaran. Pembeli ramai sekarang," kata Adelia.

    Dinas Jamin Stok Aman
    Menanggapi kenaikan harga kebutuhan hidup tersebut, Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Buleleng, Ni Made Arnika mengatakan, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar masih aman. Menurutnya, saat ini terjadi kenaikan harga, tetapi masih dalam batas wajar.

    Arnika juga mengatakan, Diskopdagrin telah melakukan pemantauan harga bahan kebutuhan poko di sejumlah Pasar Singaraja pada Kamis (26/6). Dari pemantauan harga, belum ada kenaikan harga signifikan di kalangan pedagang. Demikian pula di tingkat distributor.

    Kenaikan harga kebutuhan pokok hanya berkisar antara Rp 500 sampai Rp 1.000. Seperti daging ayam, daging sapi, maupun beras. Kenaikan itu disebabkan karena naiknya biaya operasional, sehingga menyebabkan harga ikut naik.

    “Kalau kondisi stok bahan kebutuhan pokok di pasaran termasuk daging sapi dan ayam sebenarnya aman. Memang ada kenaikan harga, tapi hanya sekitar Rp 500 sampai Rp 1.000 saja, tidak sampai lebih,” ujar Arnika.

    Arnika juga sempat mengontrol ketersediaan stok kebutuhan bahan pokok di sejumlah distributor. Dikatakan, saat ini sejumlah distributor sudah menambah pasokan. Distributor juga menjamin tidak ada kenaikan harga menjelang bulan Ramadhan nanti.

    “Selama tidak ada kelangkaan barang akibat cuaca atau kendala transportasi, tidak akan ada lonjakan harga. Sekarang ini stok di distributor sudah aman, malah melebihi. Saya jamin tidak ada kenaikan,” tandasnya. (TB)

    Jelang Ramadan, Daging Ayam di Pasar Anyar Naik Rp 5.000

    Posted by buleleng dogen No comments


    Menjelang bulan Ramadan, harga daging ayam di Pasar Anyar Singaraja, Buleleng mengalami kenaikan sebesar Rp 5.000, dari sebelumnya Rp 30 ribu naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram (kg).

    Siti Komariah (64), seorang pembeli daging ayam asal Desa Pegayaman, Sukasada, Buleleng mengatakan, dirinya membeli daging ayam untuk persiapan puasa esok hari. Saat itu, Komariah sedang terlihat membeli dua kg daging ayam.

    "Rencana dimasak buat nanti sahur sama buka puasa besok kalau nanti sore ada pengumuman puasa mulai besok," ujar Komariah.

    Ia juga mengaku keberatan terkait naiknya komoditi satu tersebut. Namun demikian dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. "Ya mau gimana lagi, sudah biasa tiap puasa harganya naik," katanya.

    Seorang pedagang daging ayam di Pasar Anyar Singaraja, Murtini mengatakan, kenaikan harga daging ayam sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Menurutnya, kenaikan harga ini sudah dari tingkat pengepul. Sebab, permintaan daging ayam menjelang bulan Ramadan ini meningkat.

    "Naik Rp 5.000 per kg. Biasa mau puasa banyak yang cari. Sejak dua hari ini selalu ramai pembeli," kata Murtini.

    Dikatakan, setiap hari dirinya mendapatkan stok 50 kg daging ayam dan selalu habis sejak dua hari ini. Murtini juga mengaku tidak masalah jika harga daging ayam naik. "Selama pembelinya banyak. Laku terus tidak masalah naik," ujarnya.

    Harga daging sapi tetap stabil. Meski menjelang Ramadan, harga daging sapi tetap normal. Seorang pedagang daging sapi di Pasar Anyar, Adelia (45) mengatakan, harga daging sapi kualitas super Rp 100 ribu per kg. Sedangkan kelas I Rp 90 ribu per kg, kelas II Rp 80 ribu per kg dan kelas III Rp 60 ribu per kg.

    "Harga daging sapi tetap normal, tidak ada kenaikan sekarang. Mungkin biasanya kalau sudah puasa atau menjelang lebaran. Pembeli ramai sekarang," kata Adelia.

    Dinas Jamin Stok Aman
    Menanggapi kenaikan harga kebutuhan hidup tersebut, Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Buleleng, Ni Made Arnika mengatakan, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar masih aman. Menurutnya, saat ini terjadi kenaikan harga, tetapi masih dalam batas wajar.

    Arnika juga mengatakan, Diskopdagrin telah melakukan pemantauan harga bahan kebutuhan poko di sejumlah Pasar Singaraja pada Kamis (26/6). Dari pemantauan harga, belum ada kenaikan harga signifikan di kalangan pedagang. Demikian pula di tingkat distributor.

    Kenaikan harga kebutuhan pokok hanya berkisar antara Rp 500 sampai Rp 1.000. Seperti daging ayam, daging sapi, maupun beras. Kenaikan itu disebabkan karena naiknya biaya operasional, sehingga menyebabkan harga ikut naik.

    “Kalau kondisi stok bahan kebutuhan pokok di pasaran termasuk daging sapi dan ayam sebenarnya aman. Memang ada kenaikan harga, tapi hanya sekitar Rp 500 sampai Rp 1.000 saja, tidak sampai lebih,” ujar Arnika.

    Arnika juga sempat mengontrol ketersediaan stok kebutuhan bahan pokok di sejumlah distributor. Dikatakan, saat ini sejumlah distributor sudah menambah pasokan. Distributor juga menjamin tidak ada kenaikan harga menjelang bulan Ramadhan nanti.

    “Selama tidak ada kelangkaan barang akibat cuaca atau kendala transportasi, tidak akan ada lonjakan harga. Sekarang ini stok di distributor sudah aman, malah melebihi. Saya jamin tidak ada kenaikan,” tandasnya. (TB)

    Layanan Semeton

    Layanan Semeton

    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    © 2013 SUARA BULELENG. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
    Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
    back to top